AKSI SIMPATIK 55, Mengawal Indenpendensi Hakim, Tapi Kok Pakai Tuntutan ??

AKSI SIMPATIK 55, Mengawal Indenpendensi Hakim, Tapi Kok Pakai Tuntutan ??

Baca Juga

WARTABALI.NET - Berkali kali kepolisian dan kejaksaan menyerukan bahwa jangan intervensi kasus Hukum yang memproses Ahok, dimana pada kejaksaan kali ini kasus Ahok memang sudah dinilai berjalan dengan baik dan tidak ada kesalahan, kasus yang banyak dinilai orang merupakan sebuah pemaksaan hukum dan desakan massa tersebut akhirnya memang terbukti dengan tuntutan JPU yang mana tidak menaruh pasal penistaan agama terhadap kasus Ahok, embel embel yang selama ini mengkikat Ahok, tamaknya memang tidak bisa lagi digunakan, tapi apakah rakyat menerima hal itu ??



Sikap Legowo dan menerima serta mengawal kasus AHok tampaknya tidak terjadi, pasalnya massa anti Ahok akan segera mengelar aksi lanjutan mereka pada puncaknya mendatang yaitu aksi simpatik 55 yang mana terdengar keren yaitu mengawal indenependensi JPU dan HAKIM dalam mengawal kasus Ahok, mereka menyuarakan independensi tapi melakukan aksi, yang menuntut,, bagaimana hal itu bisa diterima ?? simak baik baik seruah Aksi 55 Jumat 5 mei mendatang

Vonis terhadap terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan dibacakan majelis hakim pada Selasa (9/5). Adapun dalam sidang ini, Ahok hanya dituntut 1 tahun penjara dengam masa percobaan dua tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
[ads-post]
Atas tuntutan yang ringan tersebut, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) berencana menggelar Aksi Simpatik 55 pada Jumat (5/5).

Sekjen Dewan Syuro DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Novel Chaidir Hasan Bamukmin menjelaskan bahwa Aksi 55 ini akan kembali menghadirkan umat Islam dalam jumlah besar seperti Aksi 411 dan Aksi 212.

"Insya Allah seperti Aksi 212 dan 414," pungkasnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (2/5).

Uraian mengenai aksi ini akan disampaikan oleh KH. Bachtiar Nasir, KH. Muh. Zaitun Rasmin, KH. Misbahul Anam, KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi'ie, Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, MA,  Prof. Dr. K.H. Didin Hafidhuddin, M.Sc. KH. Arifin Ilham, KH. Abdullah Gymnastiar, KH. Ahmad Shobri Lubis, dan Munarman dalam konferensi pers di AQL Islamic Center Jalan Tebet Utara 1 No 40, pukul 13.00. [rmol]

Related Posts

AKSI SIMPATIK 55, Mengawal Indenpendensi Hakim, Tapi Kok Pakai Tuntutan ??
4/ 5
Oleh