Terlibat SUAP,Politisi Pan Anak Buah Amien Rais, Divonis 9 Tahun Penjara

Terlibat SUAP,Politisi Pan Anak Buah Amien Rais, Divonis 9 Tahun Penjara

Baca Juga

WARTABALI.NET - Kasus SUAP dan PUNGLI memang mendapatkan prioritas pertama dalam menciptakan negara yang bersih, negara harus bebas dari praktik praktik kotor seperti ini, dalam kasus suap tampaknya politisi PAN ini tidak mendapatkan hasil yang diharapkan, dirinya divonis 9 tahun penjara, adilkah putusan ini ?? simak



Politisi PAN, Andi Taufan Tiro, divonis 9 tahun penjara dalam perkara suap program aspirasi pada proyek pembangunan jalan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Andi juga dikenakan denda Rp 1 miliar subsidair enam bulan kurungan penjara dan pencabutan hak politik selama lima tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan untuk menduduki jabatan publik selama lima tahun setelah selesai menjalani hukuman pidana kurungan penjara," kata Ketua Majelis Hakim, Fahzal Hendri, saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor, hari ini.

Majelis hakim menilai Andi telah menerima aliran suap sebesar Rp 7,4 miliar dari Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir dan Direktur Utama PT Martha Teknik Tunggal Hengky Poliesar.

Uang tersebut diterima Andi sebagai kompensasi penggunaan program aspirasi yang bersangkutan untuk pembangunan Jalan Wayabula - Sofi di Maluku dan Maluku Utara tahun anggaran 2016.

Hal yang memberatkan Andi, erbuatan Andi dinilai tidak mendukung komitmen pemerintah dalam memberantas tindak pidana Korupsi, Selain itu Andi juga dianggap telah menikmati uang suap itu untuk liburan ke Eropa dan melakukan serangkaian kegiatan politik.

"Sementara untuk hal yang meringangkan, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan belum pernah dihukum serta telah mengembalikan uang Rp 500 juta ke KPK," kata hakim Fahzal.

Vonis untuk Andi ini  lebih ringan dari tuntutan yang diajukan Jaksa KPK. Andi sebelumnya dituntut 13 tahun bui dan denda Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan penjara.

Menanggapi putusan tersebut, Andi pun meminta izin untuk berkonsultasi dengan tim penasihat hukumnya dan setelah berembug, Andi mengatakan akan berpikir terlebih dahulu.

"Pikir-pikir yang mulia," kata Andi.

Sementara Jaksa Penuntut Umum KPK mengaku akan mempertimbangkan terlebih dahulu vonis hakim sebelum memutuskan menerima atau menolak putusan.

"Kami akan pikir-pikir terlebih dahulu Majelis hakim," kata Tim JPU KPK.[rim]

Related Posts

Terlibat SUAP,Politisi Pan Anak Buah Amien Rais, Divonis 9 Tahun Penjara
4/ 5
Oleh