Soal Aturan Berceramah Dari MENAG, MUI Sepakat !!

Soal Aturan Berceramah Dari MENAG, MUI Sepakat !!

Baca Juga

WARTABALI.NET - Kementerian agama memang telah mengeluarkan 9 Aturan dan point penting dalam mengatur penceramah, yang mana tidak boleh mengujarkan kebencian dan SARA, dan aturan aturan lainnya dalam 9 Point pemersatu tersebut, atas dasar surat aturan Menteri Agama tersebut inilah Sikap MUI yang pada dasarnya sepakat untuk aturan aturan itu diterapkan


Majelis Ulama Indonesia (MUI) ikut menyikapi imbauan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin tentang ceramah di rumah ibadah. Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi mengatakan, MUI menyambut baik adanya seruan tersebut.

Dijelaskan dia, MUI berpandangan bahwa ceramah agama sebaiknya dapat membawa umat manusia kepada solidaritas dan kerja sama untuk membangun peradaban masyarakat yang harmonis, maju, sejahtera, dan beradab dengan menampilkan wajah agama yang damai, penuh kasih, dan memberikan rahmat untuk seluruh alam.
[ads-post]
"MUI menyadari bahwa dalam masyarakat yang majemuk perlu adanya aturan yang berisikan nilai-nilai etika dan pesan moral untuk dijadikan pedoman bersama baik secara pribadi maupun kelompok dalam melaksanakan tugas dakwah atau misi agama, agar tidak terjadi benturan di masyarakat," kata Zainut berdasarkan siaran pers yang diterima Suara Pembaruan, Sabtu(29/4).

Ia menyebutkan, MUI mencermati dalam kehidupan umat manusia baik pada skala global maupun nasional di banyak negara menunjukkan adanya gejala pertentangan, pertikaian, dan perpecahan yang membawa dampak sistemik dalam kehidupan umat manusia dalam berbagai bidang kehidupan.

Zainut mengatakan, MUI berharap sembilan poin seruan Menag itu dapat menjawab beberapa persoalan. Selanjutnya, MUI juga meminta Kementerian Agama (Kemag) untuk menyosialisakan seruan tersebut kepada semua pihak agar semua orang khususnya para pemuka agama agar dapat memahami dan melaksanakan seruan tersebut.

Selanjutnya, Zainut mengatakan, ada beberapa catatan dari MUI terhadap seruan tersebut. Dalam hal ini, terkait dengan tidak adanya sanksi.

Menurutnya, MUI khawatirkan seruan ini tidak cukup efektif mendorong para penceramah agama untuk mematuhinya. Untuk itu, MUI turut menghimbau kepada semua pihak khususnya kepada para pemuka agama untuk ikut membantu menyosialisasikan seruan ini kepada masing-masing pendakwah, pengkhotbah, atau penceramah di masing-masing agamanya.

"Seruan ini bisa dijadikan panduan bersama dalam melaksanakan tugas suci agama dalam rangka menjaga harmoni kehidupan dan kerukunan baik interen maupun antarumat beragama," ucapnya.[brst]

Related Posts

Soal Aturan Berceramah Dari MENAG, MUI Sepakat !!
4/ 5
Oleh