Jokowi Keluarkan Aturan Baru Soal Manajemen PNS, Dari Merekrut Hingga Memecat

Jokowi Keluarkan Aturan Baru Soal Manajemen PNS, Dari Merekrut Hingga Memecat

Baca Juga

WARTABALI.NET - Merekrut PNS sekarang tidak bisa seenaknya saja, hal ini tertuang dalam peraturan presiden terbaru mengenai prosedur untuk menjadi PNS dan termasuk pemecatan PNS, hal ini jelas tujuannya supaya para PNS nantinya mempunyai kompetensi yang mumpuni karena memang tugas mereka kedepan akan lebih berat, jauh lebih berkelas dengan PNS PNS yang sekarang atau PNS yang lolos dengan sistem yang lama, tentunya dengan sistem yang ketat seperti ini, proyek proyek titipan dapat diminimalisir dengan penuh, jadi tidak ada lagi sogok menyogok dari daerah, karena sistem penerimaan ini nantinya akan terpusat, serentak dan melalui ujian simak baik baik informasi ini



Presiden Joko Widodo telah telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada 30 Maret 2017 lalu. Beberapa aturan baru untuk PNS dikeluarkan, seperti mekanisme dan sistem baru dalam perekrutan hingga pemberhentian PNS karena perampingan.

Dalam aturan ini, pemerintah mengubah sistem rekrutmen PNS dari manual menjadi komputerisasi.

Hal ini dilakukan untuk menghasilkan aparatur negara yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
[ads-post]
Aturan ini menegaskan, pengadaan PNS dilakukan secara nasional untuk menjamin kualitas PNS. Pengadaan PNS dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengumuman lowongan, pelamaran, seleksi, pengumuman hasil seleksi, pengangkatan calon PNS dan masa percobaan calon PNS dan pengangkatan menjadi PNS.

Setiap warga negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi PNS dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Usia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun pada saat melamar.

2. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara dua tahun atau lebih.

3. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.

4. Tidak berkedudukan sebagai calon PNS, PNS, prajurit Tentara Nasional Indonesia, atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

5. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis.

6. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan Jabatan.

7. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan Jabatan yang dilamar.

8. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Instansi Pemerintah.

9. Persyaratan lain sesuai kebutuhan Jabatan yang ditetapkan oleh PPK.

Adapun seleksi pengadaan PNS sebagaimana dimaksud terdiri atas 3 (tiga) tahap seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar, seleksi kompetensi bidang.

Tak hanya soal perekrutan, aturan baru ini juga mengenai pemberhentian PNS karena perampingan organisasi - SUmber MERDEKA

Hal ini tentu saja akan lebih jelas bila anda membaca semua peraturan pemerintah yang baru tersebut, hal ini dipastikan sogok menyogok tidak dapat dilakukan di daerah, karena semua sudah terpusat dan diawasi langsung, pengangkatan melalui mekanisme serentak memastikan hal ini jalan,jadi jangan percaya lagi sama istilah istilah titipan titipan !!! - kurang jelas - silahkan baca PP PEMERINTAH TERSEBUT disini

Related Posts

Jokowi Keluarkan Aturan Baru Soal Manajemen PNS, Dari Merekrut Hingga Memecat
4/ 5
Oleh