BANYAK HOAX, AMSI Desak Aparat Hukum Untuk Segera Bertindak Tegas

BANYAK HOAX, AMSI Desak Aparat Hukum Untuk Segera Bertindak Tegas

Baca Juga

WARTABALI.NET - Maraknya Berita HOAX yang menyebar di Medsos terutama yang berkaitan dengan penggiringan opini Publik ke arah menyesatkan dan menghancurkan nama baik seseorang, tampaknya aksi protes akan hal ini langsung digelar, dan pemerintah dituntut untuk memberikan sanksi yang tegas terhadap oknum oknum penyebarnya, seperti Hoax terbaru kali ini yang mana mencatut nama Marissa Haque yang menyebarkannya, dan Penulis buku Widi Astuti yang mana kelihatan membenci Ahok dan pendukungnya hingga dirinya lupa bahwa dirinya telah menyebarkan kebencian melalui postingan Hoax tanpa klarifikasi terlebih dahulu, simak bagaimana aksi para demonstran yang menuntut Aparat Untuk Tegas terhadap Hoax



Berita hoax kembali menjadi viral pasca Pilkad DKI Jakarta. Para penyebar hoax ini mensasar siapa saja, termasuk media massa, yang para pengelolanya bekerja berdasarkan tata kerja jurnalistik yang benar, sesuai Undang-undang No 40 Tahun 1999 Tentang Pers, dan patuh terhadap kode etik jurnalistik.

Seperti yang terjadi dengan portal terkemuka cnnindonesia.com pada hari ini, Minggu 30 April 2017. Marak beredar postingan: Tertipu Hutang Karangan Bunga untuk Ahok Rp 1,3 Miliar, Pemilik Lucky Florist, Feriyanto (32) Mengaku Kecewa.

Postingan yang dipalsukan atas nama cnnindonesia.com itu ramai dibagikan, termasuk oleh beberapa tokoh, dikomentari, dan menjadi viral di media sosial. Padahal cnnindonesia.com sama sekali tidak pernah menulis berita seperti itu, juga tidak pernah mendistribusikan postingan seperti itu di media sosial apapun.
[ads-post]
Kejadian yang sama sebelumnya menimpa portal Republika. Penyebar hoax menyebarkan berita bahwa presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie meninggal dunia dan postingan itu dipalsukan atas nama media yang punya sejarah yang panjang itu.

Nama baik dan reputasi kedua media itu secara nyata telah ditunggangi untuk menyebarkan hoax, memanasi situasi, yang pada gilirannya bisa merusak kredibilitas  kedua media itu dan dunia jurnalistik pada umumnya.

Melalui keterangan tertulisnya, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengecam keras para penyebar hoax ini dan mendesak para penegak hukum bertindak tegas. Selain,  terutama merusak keadaban publik, menipu publik, hoax ini secara nyata juga menjatuhkan nama baik siapa saja.

Para penegak hukum bisa bekerja sama dengan organisasi media, Dewan Pers, Manajemen Facebook, Twitter, Google dan Masyrakat Anti Hoax demi mengusut dan meredam peredaran hoax di tengah masyarakat.[arh]

Related Posts

BANYAK HOAX, AMSI Desak Aparat Hukum Untuk Segera Bertindak Tegas
4/ 5
Oleh