Ahok Adalah Nemo Yang Melawan Arus Koruptif Dan Kini Terkapar, Siapa Yang Rugi ??

Ahok Adalah Nemo Yang Melawan Arus Koruptif Dan Kini Terkapar, Siapa Yang Rugi ??

Baca Juga

WARTABALI.NET - Ucapan Ahok dalam sidang kemarin memang membuat bingung warganet dan seluruh Indonesia, pasalnya dirinya dengan tegas menuliskan mengapa dirinya menyebut Nemo ?? dan kenapa Ahok justru terlihat sumringah ketika kalah dalam pilkada DKI, disaat dirinya justru dibanjiri karangan bunga dari masyarakat yang masih mencintainya dan kini patah hati karena Ahok kalah pilkada ?? mungkin ini jawabnya, dan semoga masyarakat nanti sadar betul bahwa orang orang seperti Ahok yang muncul nanti haruslah lebih diperhatikan dan dijaga baik baik, biarlah kasus Ahok ini membuka mata seluruh Dunia,



Terdakwa perkara penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tampak puas dengan nota pembelaan yang telah dibacakannya pada sidang hari ini di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.

Saat menemui wartawan, dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tim pengacara yang telah melakukan pembelaan buatnya selama kurang lebih 20 kali persidangan. Ahok mengapresiasi kerja tim pengacara yang telah lebur sampaik pagi untuk menyusun pledoi buatnya.
[ads-post]
"Yang muda-muda ini juga bantuin, ini kerjanya mereka sampai subuh, terus nyambung sampai ada yang sakit," kata Ahok sambil tertawa.

Tampak I Wayan Sudirta yang ada disampingnya dan Teguh Samudra yang juga menanggapi tawa dan canda yang dilemparkan Ahok. Mantan Bupati Belitung Timur itu dalam pledoi menyebutkan, perkara penistaan agama dengan hebatnya tekanan massa tidak bisa dilepaskan dari video unggahan Buni Yani, yang dianggap sebagi pemicunya.

"Masalah terjadi sembilan hari kemudian, tepatnya tanggal 6 Oktober 2016 setelah Buni Yani memposting video pidato saya dengan menambah kalimat yang sangat provokatif," kata Ahok saat membacakan pledoi.

Dia menyebutkan, sebagai Gubernur DKI Jakarta yang hadir di Kepualuan Seribu tidak ada niat sedikit pun dari dalam dirinya untuk melakukan penghinaan terhadap siapapun dan golongan mana pun. Sebagai bukti, hingga kini tidak ada satu pun warga dari Kepualaun Seribu yang sakit hati karena pidatonya.

Justru, sambung dia, kegaduhan dari rombongan orang-orang sakit hati lalu melaporkannya ke polisi terjadi setelah Buni Yani mengunggah penggalan video pidatonya dengan durasi 13 detik. Sedangkan video lengkap yang diunggah Diskominfomas DKI Jakarta berlangsung sampai 1 jam 40 menit.

"Mereka mengaku merasa sangat terhina, padahal mereka tidak pernah mendengar langsung, bahkan tidak pernah menonton sambutan saya secara utuh," ungkap Ahok.[rim]



Related Posts

Ahok Adalah Nemo Yang Melawan Arus Koruptif Dan Kini Terkapar, Siapa Yang Rugi ??
4/ 5
Oleh